Share
Energi nuklir mulai dikembangkan pada tahun 1940-an oleh Amerika Serikat guna memenangkan Perang Dunia II.
Penggunaan energi nuklir didasarkan dari persamaan Einstein (E=mc2), dan pertama kali dikembangkan oleh Fisikawan Robert Oppenheimer sebagai pimpinan proyek bom atom.
setelah tahun 1950-an, energi nuklir digunakan untuk tujuan sipil yakni sebagai pembangkit tenaga listrik.
Hal ini dikarenakan efisiensi dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) cukup tinggi terutama dengan massa kecil (‘bahan bakar’) dapat menghasilkan energi besar.