Tampilkan postingan dengan label paling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

ini dia 10 merk dagang paling mahal dunia

Share

Kekuatan merek sebuah produk seringkali mendongkrak kinerja perusahaan baik di sektor jasa maupun barang konsumsi. Apalagi, di tengah dunia social media saat ini, keberadaan merek bisa jadi mengangkat pendapatan sebuah perusahaan.

BlackBerry misalnya, perangkat telepon genggam yang terkenal dengan fasilitas chatting-nya itu diperkirakan memiliki nilai merek sebesar US$24,6 miliar. Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai merek BlackBerry tersebut turun sebesar 20 persen. BlackBerry berada pada posisi ke-27 dari 100 merek berharga di dunia.

Di antara 100 merek tersebut, Facebook tercatat sebagai merek yang tumbuh paling tinggi dibandingkan merek lainnya. Merek produk hasil karya Mark Zuckerberg ini diperkirakan bernilai US$19,102 miliar atau tumbuh 246 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pemeringkatan BrandZ, Facebook berada di posisi ke-35 dari 100 merek paling berharga dunia.

Sementara itu, lembaga keuangan Citi yang memiliki cabang di Indonesia dan tengah memperoleh sorotan publik, juga tercatat sebagai salah satu merek paling bernilai di dunia dan berada di posisi ke-47. Merek Citi diperkirakan bernilai US$15,67 miliar atau berada di posisi ke-11 di antara lembaga keuangan internasional.

Berikut 10 merek termahal di dunia berdasarkan survei BrandZ:

10. General Electric

Kamis, 19 Mei 2011

10 perusahaan paling untung di dunia

Share Majalah Fortune kembali mengeluarkan daftar 20 perusahaan yang paling banyak menghasilkan keuntungan selama 8 tahun terakhir. Perusahaan raksasa dunia ini sebelumnya sudah masuk dalam daftar 500 perusahaan terbesar dunia.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari lamanmoney.cnn.com, Kamis, 12 Mei 2011 terdapat sekitar 20 perusahaan dari 500 perusahaan yang terdaftar dalam Fortune 500 yang mencetak laba sepanjang 8 tahun berturut-turut.

Berikut 10 perusahaan raksasa yang menghasilkan keuntungan terbesar selama delapan tahun terakhir itu:

1. Exxon Mobile (Peringkat 2 Fortune 500)


Meski tahun ini mahkota Exxon Mobile sebagai perusahaan terbesar di Amerika Serikat sudah digantikan Wall-Mart, namun perusahaan ini mampu menjadi penghasil untung terbesar. Dengan berlalunya era resesi, Exxon telah mampu meningkatkan pendapatan sebesar 59 persen yang dipicu oleh kenaikan harga minyak seiring perbaikan ekonomi global.

Perlu diingat, minyak kini bukanlah segalanya bagi Exxon.

Setelah 2009, Exxon berhasil mencapai kesepakatan raksasa dengan XTO, perusahaan yang memiliki cadangan gas setengah dari produksi Exxon di dunia. Walaupun pergerakan harga gas yang memang lamban, Exxon masih menjadi perusahaan nomor satu dalam daftar Fortune kali ini.

Alasannya, keuntungan Exxon sebesar US$30,5 miliar pada 2010 mengejutkan pesaing terdekatnya sebagai sesama perusahaan minyak yaitu Chevron dengan perbedaan US$10 miliar. Bahkan, keuntungan Exxon ini tercatat 52 kali lebih besar dibandingkan rata-rata keuntungan 500 perusahaan yang tercatat dalam Fortune 500.

2. AT&T (Peringkat 12 Fortune 500)


Walaupun tidak memasukkan hasil kesepakatan besar dengan T Mobile yang berlangsung tahun ini, AT&T terus berjaya. Pada 2010, produk iPhone dijual layaknya Gangbusters, kualitas jaringan yang terus berkembang, serta pendapatan dari wireless data hingga hampir 30 persen, atau tertinggi di antara industri telekomunikasi raksasa.

Keuntungan AT&T meroket hingga 60 persen pada tahun ini atau sebesar US$19,9 miliar. Langkah perusahaan melakukan sejumlah divestasi membuat AT&T berada pada posisi kedua sebagai perusahaan dengan keuntungan terbesar.

Sampai kapan posisi ini bisa bertahan, sangat tergantung pada bagaimana AT&T bisa melakukan bisnis dengan lebih atraktif guna menjaring konsumen. Apalagi, setelah AT&T kehilangan hak eksklusif dalam penjualan iPhone yang beralih ke Verizon. Upaya lain adalah peningkatan dalam kualitas pelayanan jaringan.

3. Chevron (Peringkat 3 Fortune 500)


Catatan keuangan Chevron terlihat sangat bagus. Hal itu ditandai dengan pendapatan yang meningkat 82 persen pada 2010 atau dengan laba mencapai US$19 miliar. Marjin dari industri pengolahan yang lebih baik dan harga minyak mentah yang lebih tinggi membuat keuntungan Chevron berada pada posisi kedua perusahaan minyak terbesar asal AS.

Hal yang tidak begitu menggembirakan, Chevron hanya mengganti seperempat dari minyak dan gas yang dipompa dari ladang minyaknya.

Tahun lalu, Chevron tercatat sebagai perusahaan yang memperoleh rasio penggantian cadangan minyak terendah untuk rentang waktu 10 tahun, dan jauh di belakang dari target industri yang ingin mengganti cadangan minyak sebesar 100 persen per tahun.

Chief Executive Officer (CEO) John Watson tampaknya mengikuti langkah pendahulunya untuk meningkatkan produksi, namun menghadapi masalah untuk menemukan proyek baru.

4. Microsoft (Peringkat 38 Fortune 500)


Meski tidak mengeluarkan produk yang sedang hot seperti telepon bergerak ataupun tablet, pendapatan Microsoft diketahui lebih baik dibandingkan pesaingnya yang bergerak di industri teknologi.

Microsoft pantas berterima kasih pada produknya Windows 7. Microsoft membuat sahamnya di Wall Street seolah terbang setelah menyatakan telah mampu menjual 175 juta kopi sistem operasi Windows 7 sejak diluncurkan pertama kali pada akhir 2009. Langkah ini tentu saja membuat keuntungan Microsoft melonjak 29 persen atau menjadi US$18,8 miliar dan menjadikannya sebagai pemimpin di industri teknologi

5. JP Morgan Chase & Co (Peringkat 13 Fortune 500)


JP Morgan tidak diragukan lagi sebagai pemimpin dalam perbankan AS, dan hal itu terbukti dengan pendapatan 2010 yang menjadi rekor baru perusahaan sepanjang sejarah. Bahkan, perolehan pendapatan itu melebihi pencapaian pada saat booming.

Bank ini memperoleh keuntungan pada 2010 hingga US$17,4 miliar yang berasal dari berbagai lini bisnis mulai dari kartu kredit sampai jasa penjamin emisi hingga kredit korporasi. Hal itu seiring pulihnya perekonomian AS dan kerugian atas pinjaman yang menurun.

Cadangan dari pinjaman yang macet kini telah diubah dan itu berarti membuat miliaran dolar AS berubah menjadi keuntungan. Walaupun JP Morgan masih harus berhadapan dengan proses pengadilan dari kasus kredit kepemilikan rumah AS (subprime mortgage), serta dari sejumlah pemodal yang mencari pengembalian dana produk subprime mortgageyang berujung pada munculnya masalah.

Setidaknya, hingga saat ini JP Morgan masih tercatat sebagai salah satu bank paling kuat di dunia.

6. Wal-Mart (Peringkat 1 Fortune 500)


Wal-Mart memang bertahan pada posisi pertama dalam daftar Fortune 500, namun posisi mereka turun tiga tingkat dalam daftar perusahaan yang memperoleh keuntungan terbesar. Penyebabnya, tak lain adalah kekhawatiran konsumen terhadap ancaman resesi.

Di tengah penurunan mendalam itu, Wal-Mart terpaksa menurunkan harga segala produknya dan memikat konsumen AS. Pada 2010, Wall Mart mencetak keuntungan US$16,4 miliar.

Namun, Wal-Mart tidak bisa mempertahankan strateginya itu pada 2010. Laporan perusahaan menyebutkan penjualan turun sepanjang tahun itu.

Rantai pemasukan perusahaan dari lini bisnis pertokoan dan layanan online juga perlahan dikhawatirkan mengganggu kinerja Wal-Mart. Upaya perusahaan masuk ke bisnis pakaian tampaknya belum menunjukkan hasil optimal.

7. International Business Machines (IBM)


Chief Executive Officer (CEO) IBM, Sam Palmisano, yang mengambil strategi dengan titik berat pada perangkat lunak dan pelayanan itu telah meningkatkan kinerja perusahaan berjuluk Big Blue tersebut. Tahun lalu, IBM membukukan keuntungan US$14,8 miliar.

Keuntungan IBM tercatat tumbuh 10 persen tahun lalu seiring pemulihan ekonomi global pasca resesi. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2010 telah membuat banyak perusahaan menggunakan IBM untuk melayani nasabah serta tugas-tugas kantor lainnya.

Palmisano mengatakan, bisnis komputer berbasis internet dan perangkat lunak untuk keperluan analisis akan menjadi tumpuan perusahaan ke depan, dan IBM membenamkan investasi cukup besar untuk itu.

Sebagai contoh, IBM meluncurkan Smarter Planet, yaitu penggunaan teknologi komputer untuk memantau kepadatan jalan raya dan juga bisa digunakan di rumah sakit.

8. Apple (Peringkat 35 Fortune 500)

10 foto nakal artis Indonesia paling heboh

Share

Diabadikan, kata tersebut tampaknya sangat pantas untuk menilai sebuah jepretan foto. Sangat wajar pula jika sebuah pose hanya dijadikan sebagai konsumsi pribadi. Lalu bagaimana jika foto pribadi itu tersebar ke publik?

Dengan teknologi internet tampaknya hal-hal yang bersifat pribadi semakin tergadaikan. Bahkan, hal tersebut menimpa artis-artis Indonesia. Ini dia 10 foto ‘nakal’ artis yang bikin heboh.

1. Mayangsari


Pada 2009 lalu memang sedang hangat-hangatnya hubungan ‘terlarang’ antara Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo. Sempat tak mengakui terlibat percintaan, namun foto-foto nakal mereka tersebar di internet.

Ada beberapa foto Mayang mengenakan kimono terbuka yang memperlihatkan tubuhnya yang berbalut celana dalam dan bra. Foto tersebut cukup jelas memperlihatkan lekuk tubuh perempuan kelahiran Purwokerto tersebut.

Foto kedua memperlihatkan keakraban pasangan itu. Pria yang mirip Bambang terlihat tersenyum bahagia. Bahkan satu foto lagi dijepret saat keduanya sedang berciuman.

2. Sarah Azhari

mungkin anda meminati :