
KEPEMIMPINAN wasit Fahri Albar di laga Persiwa Wamena melawan Persiba Balikpapan, tadi malam, dikeluhkan pemain dan manajemen Persiba. Asisten pelatih, Sukliwon Iriato mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers usai pertandingan malam tadi. Menurutnya, wasit sangat “memanjakan” para pemain Persiwa Wamena.
“Kami kecewa dengan kepemimpinan wasit, yang tampak berat sebelah. Hal ini membuat emosi pemain kita memuncak yang berpengaruh terhadap permainan,” ujar Sukliwon.
Menurutnya, seharusnya tidak ada lagi kepemimpinan wasit yang terlalu memihak tuan rumah di Indonesia Super League 2011-2012. “Kita ingin ISL tahun ini lebih baik lagi, tapi bagaimana kalau wasit selalu memimpin seperti itu,” ujarnya.
Hasil pantauan harian ini, memang wasit gampang sekali memberikan tendangan-tendangan bebas bagi Persiwa. Sedikit saja pemain Persiwa terjatuh, selalu diberikan tendangan bebas. Apalagi pelanggaran itu terjadi di sekitar kotak 16.
Buruknya kepemimpinan wasit terlihat saat Persiwa dihadiahi tendangan penalti di menit ke-16. Bahkan wasit sangat peduli dengan salah satu pemain Persiwa yang tergeletak di luar lapangan, hingga harusmenghentikan sementara permainan saat Saeful Lewenusa hendak melakukan tendangan sepak pojok di babak kedua. Tentu saja perlakuan “spesial" wasit bagi tuan rumah itu menuai protes dari pelatih dan manajemen Persiba yang berada di bench.
Matsunaga Shohei pun sampai mendapatkan kartu kuning akibat memprotes keras keputusan hakim garis yang menghadiahkan tendangan kiper. Padahal sebelumnya, dia dilanggar keras di pojok kanan pertahanan Persiwa.
Itu pun diakui Aldo Barreto yang sudah enam kali bertandang ke kandang Persipura. Menurut pemain asal Paraguay itu, permainan Persiwa sebenarnya biasa saja, namun “faktor X” seperti kepemimpinan wasit menjadikanpermainan rekan-rekannya down.
“Ini belum seberapa, karena mereka (Persiwa, Red.) sudah unggul 2-0 duluan. Kalau sampai babak kedua skor masih sama, pasti mereka lebih keras lagi ngerjainnya,” kata kapten Persiba itu.
